Enjoy L**n Air

May 25th, 2006 by ilu-hny

Pssst, ….. tahu kan maskapai yang dimaksud. Emang paling sering
kecelakaan dibanding maskapai yg lain, saking seringnya sampe muncul
joke
kayak gini:

L**N AIR

"Good morning, Ladies and Gentlemen. This is your  captain speaking.
Welcoming both seated and standing passengers on board of L**n Air.

We apologize for the four-day delay in taking  off, it was due to  bad
weather and some overtime I had to put in at the  bakery.

This is flight 717 to Yogyakarta. Landing there is not guaranteed, but
we will end up somewhere in Central Java .And, if luck is in our
favor, we may even be landing on your village!

L**n Air has an  excellent safety-record. In fact, our safety
standards are so high, that even  terrorists are afraid to fly with us!

It is with pleasure; I announce that, starting this year, over 30% of
our passengers have reached their destination.

If our engines are too noisy for you, on passenger request, we can
arrange to turn them off!

For our not-so-religious  passengers, we are the only airline who can
help you find out if there really is a God!

We regret to inform you, that today’s in-flight movie  will not  be
shown as we forgot to record it from the  television. However, for our
movie buffs, we will be flying right next to G*****a Indonesia, where
their movie will be visible from the right side of the cabin window.

There is no smoking allowed in this airplane. Any smoke you see in the
cabin is only the early warning system on the engines telling us to
slow down!

In order to catch important landmarks, we try to fly as close as
possible for the best view. If however, we go a little too close, do
let us  know. Our enthusiastic co-pilot sometimes flies right through
the landmark!

Kindly be seated, keep your seat in an upright position for take-off
and fasten your seat-belt. For those of you who can’t find a
seat-belt, kindly fasten your own belt to  the arm of your seat. And,
for those of you who can’t find a seat, do not hesitate to get in
touch with a stewardess who will  explain how to fasten yourself to
your suitcase."

Enjoy L**N AIR !!

What a story..

May 25th, 2006 by ilu-hny

Dua Pilihan

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.

Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik: ‘Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? ‘

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu. Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut: Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya s emacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti’ Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim. Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka.

Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya. Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?

Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay. Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu. Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu.

Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher. Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.

Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Peno nton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya. Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!" Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua.

Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga. Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay" Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh.

Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia. Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.

Catatan kaki: Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan pendidikan atau kerja.

Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita: Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?

boy and girl

October 24th, 2005 by ilu-hny

Boy: I saw her today
Girl: I saw him today

Boy: It seems like its been forever
Girl: I wonder if he still cares

Boy: She looks better than before
Girl: I couldn’t stop staring at him

Boy: I asked how things were going
Girl: I asked about his new girlfriend

Boy: I’d choose her over any girl I’m with
Girl: He’s probably really happy right now

Boy: I couldn’t look at her without starting to cry
Girl: He couldn’t even look at me

Boy: I told her I miss her
Girl: He doesn’t mean it

Boy: I meant it
Girl: He didn’t mean it

Boy: I love her
Girl: He loves his new girlfriend

Boy: I held her for the last time
Girl: He gave me a friendly hug

Boy: Then I went home and cried
Girl: Then I went home and cried

Boy: I lost her
Girl: I still love him

I Wonder

October 21st, 2005 by ilu-hny

I wonder what his name is,
I wonder where he lives,
I wonder what he’s thinking,
I wonder what it is
That makes me feel the way I’m feeling,
The way that makes me shake,
The way he has me wondering
If he’ll ask me on a date,
I hope he thinks I’m beautiful,
I hope I don’t get shy,
I hope that in the end
He doesn’t make me cry.

…..when I’m sixty-four?

October 21st, 2005 by ilu-hny

I hope your hands
will always be for
me to hold.
And, if they are
a trifle sweaty,
would you mind
to overlook
this sign of
rampant joy?

I hope your eyes
will always be for
me to love.
And, if they shed
a few shy tears,
so would you mind
I kissed them all away?

I hope your ears
will always be for
my own words.
And if they’re sparse
at times or casual
would you mind
me whispering
sweet nothings -
all day and night?

I hope your smile
will always be
just waiting
to shine on me
with love
and tenderness.
And would you mind
to save your smile
when I am sleeping
for morning glory?

I hope your lips
will always be
just waiting,
for kisses that
sing songs
of love for me.
And if I hurry
out the door
still chewing brekkie,
I hope you’ll
want to:
look into my eyes,
talk into my ears,
hold my calloused hands
and kiss me
’til I melt.

Herbert Nehrlich

pain is good..?! i dun ting so..

October 19th, 2005 by ilu-hny

ncus: pertanyaan, kenapa laki2 suka sekali ngegombalin ce?

max: kayaknya kata ngegombalin enggak tepat…

ncus: trus?

max: memberi perasaan nyaman ke ce, itu yang bener..

ncus: membuai…?

max: membuai itu

kan

tergantung ce nya…

max: kalo gampang mabuk, ya, mabukkk

max: kalo enggak, ya, enggak apa-apa juga

max: mabuk itu enak…

max: apalagi mabuk karena cinta…wowwwwww

max: sumpah aku bersedia ngasih apa aja supaya bisa punya perasaan rindu, jatuh cinta lagiiiiiii

ncus: hm….

max: meski resikonya sakit…

max: tapi tetep aja nikmatttttttttt

ncus: trauma ah..

max: pain is gooddddd, honey..

ncus: no, it’s not..

max: penyair menuliskan ceritanya dengan pena yang penuh darah dan airmata…

max: sakit, memang, tapi still it feels good

max: berikan dirimu utuh kepada cinta meskipun pedang-pedang yang ada di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu..

max: itu kata Kahlil Gibran..

ncus: yeah, but i’m not that strong

max: enggak perlu kuat…

max: aku teramat lemah…

max: tapi rasa sakit dan duri dari mawar menaikkan derajatku jauh di atas mereka yang berlagak kuat menahan sakit..

ncus: aduh, dalem amat, ya…. ngga nyampe nih…

max: he..he..he..

max: maaf…

max: intinya..rasa sakit itu mesti diterima, dihirup dengan ikhlas…

max: kalo kita cerdas, dan mau menerimanya, dia jadi tameng kita yang terkuat..

hoaaaaaa, no way…..! pain is not good!! certainly! do you think so..?

How much longer, GOD..?

October 19th, 2005 by ilu-hny

When i feel no more passion…

How much longer, GOD, will you forgot me all the time?

            How much longer will you

hide Your face toward me?

How much longer do I have to put my worry inside me,

            and feeling blue all the day?

            How much longer will my enemy raise her/his self

            upper me?

Please look at me, answer me, GOD, my Lord!

            Make my eyes shining,

            so that I do not sleep and die,

so that my enemies will not tell: “ I defeat her.”

            and my rivals cheer,

            when I am wobbly.

But me, to Your faithful love I believe,

           How much longer, GOD..?

a walk to remember..

October 18th, 2005 by ilu-hny

When I was a little girl….

… actually, this tiny charming little girl didn’t know why she lived separate from her parents. She just knows that she grown up well by a wise kindly beautiful woman called auntie. She was the first one who felt sad when the little girl was sick, the first one who laughed when the little girl was doing something funny; she’s all I have by that time. And yes God, she is the best in my life…

… 1st school

everything is new for me, the school, the friends, the teachers, but it was so fun..! new uniform, new shoes.. hm… I remember how proud my auntie looked at me by that time.. her little girl will begin her journey in the real world by herself. She always tied my hair in a different ways every day and told me “you are beautiful, be nice at school, ok..?!” and I just kept smiling to her, can’t wait to begin my day.

But something became different, every holiday season I had to stay at my parent’s house at less for a week.  And I found my self crying all the time there; especially in the night caused I missed my auntie so much….

They called it ‘cinta monyet”

Junior high school… It was the first time someone asked me to be his girl friend… ^_^

he is such a cute looking guy, quite naughty and has a bright eyes. I remember when he sent me a love letter.. = ) what a new world! Now, thinking of you makes me smile.. thank you for being a part of my memories.

1st love …  

I believe love at the 1st sight…. Once I looked at him, I knew he already took a part of my heart. Oh my God, he is so cute and I wished he is mine… his smile… his laugh… = ) just looking at him makes my heart beating so hard.

I met him quite often, and finally when I entered my high school I found out that he was my senior, what a surprised…! Sometimes we went home together and shared lots of story, he really did brighten my days… where are you right now? I miss you.

Be an arch student

There were many stories to tell. The environment, the challenges, the people… here I met fabulous friends, we shared our days together with laugh, gossips, tears, jokes, support, and lots of surprises. I love you guys…. (all of kurcaci ce n co, viva my friends!)   I missed all the things that we have, the days that we shared, the times that we passed, the supports that we gave each other… it means a lot for me.

And here I found someone special too.. someone who really nice… thanks for sharing those 4 years to know and love me. Well, but it was another story to tell, some day; perhaps, when I think I’m ready to share it…

.. being a college student again

1 year working at selaras indah megah utama is enough, I need more changes especially after all the sad things that happened in my romance life, I really need a new atmosphere… Lasalle college, yes! I became a student once again.  Lots of books, lots of projects, lots of passions and friends too.. and suddenly I remember my gang base camp, it was the most convenient place to be (thanks to you and family, meil ! Gbu all).   

Now…

After all the things that happened in my life, I thank God for giving me such a various people and things to share and learn. For every step that I took, every people that I met, every decision that I made, every tears that I cried, and every word that I prayed, I wish I already did my best.

now… in my loneliness, I’m still praying…..